sukistreet
20 Fakta Dragon Ball GT yang Hanya Diketahui Fans Sejati

20 Fakta Dragon Ball GT yang Hanya Diketahui Fans Sejati

Terkenal karena kualitas ceritanya yang kurang, Dragon Ball GT telah berkembang menjadi serangkaian serial yang tak terlalu diapresiasi oleh para fans. Fakta nya sebagian besar penggemar mengabaikannya, sedangkan yang lain menolak untuk mengakui bahwa serial Dragon Ball GT memang ada (canon).

Kamu bahkan dapat menemukan penggemar garis keras dari serial Dragon Ball Z ataupun Dragon Ball Super yang tertidur ketika menonton episode GT. Namun sebenarnya kita masih dapat melihatnya lebih dekat dan mengevaluasinya lagi. Berikut ini adalah fakta tentang Dragon Ball GT yang pasti belum Kamu ketahui.

Baca Juga :

Kumis Vegeta Disetujui oleh Toriyama

Desain ulang GT sering disebut sebagai salah satu aspek terburuk dari serial Dragon Ball. Goku berubah dari seorang pria dewasa menjadi seorang anak kecil, Goten benar-benar tidak dapat dikenali, Pan dan Bra terlihat terlalu tua untuk usia mereka, dan, mungkin yang paling buruk, Vegeta menumbuhkan kumis yang mencolok dan memotong rambut sembarangan.

Meskipun desain ulang ini menjadi sumber kritik terhadap staf GT, namun sebenarnya mereka tidak pantas mendapatkannya. Karena fakta nya, desain Vegeta menggunakan kumis ini telah disetujui oleh, tidak lain dan tidak bukan, Akira Toriyama sendiri.

Staf GT justru dengan sangat cepat mengesampingkan kumis Vegeta dan mengembalikannya telah dicukur bersih selama arc Baby. Meskipun bagus bahwa Toriyama memutuskan untuk melakukan desain ulang kepada para pemain, namun ada keterputusan jelas antara desain Z dan GT. Jika dipikir-pikir keterlibatan Toriyama yang sedikit, mungkin adalah yang terbaik. Kelelahannya yang semakin besar untuk serial GT dapat dilihat dengan jelas pada kumis Vegeta.

Potensi Pan Tertahan Karena Goku

Pan tak pernah menjadi Super Saiyan adalah salah satu peluang sia-sia yang sangat menonjol di GT. Meskipun tetap akan membuat kecewa, namun kurangnya transformasi Pan tidak akan seburuk jika dia bukan tokoh penting. Dia berada di peringkat kedua tokoh terpenting setelah Goku, tetapi dia hampir tidak mendapat kesempatan untuk menjadi pahlawan sesungguhnya. Bisa dibilang ini karena keinginan GT untuk menjaga Goku tetap menjadi terdepan, tetapi alasan sebenarnya sangat mencengangkan.

Pan sengaja ditahan oleh staf penulis sehingga ia bisa memenuhi peran seorang gadis dalam kesulitan. Mengapa mereka berpikir seperti itu? Sederhana, mereka percaya Goku tidak bisa menjadi pahlawan kecuali ada Pan untuk diselamatkan. Pan (karakter yang membutuhkan pengembangan dan dibangun pada akhir Z) dikesampingkan sehingga Son Goku akan memiliki alasan untuk menjadi pahlawan.

Loading…

Fans di Barat Mengenal Dragon Ball dari Final Bout

Bagi banyak penggemar di Barat dari serial Dragon Ball, pengalaman pertama mereka adalah game pertarungan Playstation, Final Bout. Sebagai bagian dari serial Butouden ekslusif Jepang yang sudah berjalan lama, Final Bout pada dasarnya adalah pertarungan “Greatest Hits” dengan karakter yang paling menonjol dari serial ini. Tak peduli meski Dragon Ball dan Z belum selesai mengudara di barat, game ini juga menampilkan beragam karakter GT.

Bagi banyak orang, GT adalah pintu gerbang menuju Dragon Ball. Bukan hanya GT, begitu juga Final Bout. Meski sangat disayangkan mereka diperkenalkan ke serial ini melalui GT, tetapi Final Bout adalah salah satu game terburuk di antara yang ada. Jelek, aneh, dan lambat seharusnya tidak pernah menjadi tiga hal pertama yang terkait dengan serial Dragon Ball.

Baca Juga :

GT Secara Teknis Bukan Non Canon

Percaya atau tidak, sama sekali tidak ada yang menyatakan bahwa GT adalah non-canon. Faktanya, tidak ada yang secara tegas menyatakan apa itu canon dalam serial Dragon Ball GT. Baik Toriyama maupun Toei tidak menguraikan apa cerita “resminya”. Yang paling banyak kita dengar sehubungan dengan GT adalah bahwa Toriyama menganggapnya sebagai cerita sampingan dari serial aslinya.

Meskipun dengan adanya Super mungkin cukup bagi kamu untuk menyimpulkan bahwa Dragon Ball GT bukan canon, itu hanya asumsi. Bukan hanya GT bukan non-canon, GT bahkan lebih memiliki banyak hubungan dengan anime Z dibandingkan Super.

GT Masih Sekuel “Resmi” Dragon Ball Z

Itu benar, GT lebih “resmi” sebagai sekuel Dragon Ball Z daripada Super. Kamu mungkin bertanya-tanya, “bagaimana mungkin?” Kamu juga tidak salah. Toriyama tidak menulis apa pun untuk GT dan banyak kejanggalan dalam serial ini. Hanya masuk akal jika anime yang ditulis oleh Toriyama, yang sebenarnya mengikuti manga, adalah sekuel sejati serial ini. Itu memang masuk akal, tetapi GT adalah bagian dari kesinambungan Dragon Ball Z, suka atau tidak, dan fakta tersebut membuatnya canon.

Tidak Ada Jeda antara Z dan GT

Di Jepang, sama sekali tidak ada jeda antara penayangan episode terakhir Z dan episode pertama GT. Misalnya, di minggu ini, Goku terbang untuk melatih Uub, minggu selanjutnya Goku berharap kembali ke tubuh anak-anak. Dalam hal itu, GT adalah jenis sekuel Z yang sama dengan Dragon Ball. Sebenarnya itu bukan sekuel. Dragon Ball dan DBZ diserialkan sebagai satu manga besar yang disebut Dragon Ball.

Z hanya dibuat karena editor Toriyama tidak senang dengan nada anime aslinya. Begitu Dragon Ball berakhir, Z datang satu minggu kemudian. Nasib yang juga dialami GT. Apakah ini menjadikan GT bagian resmi dari cerita? Jawabannya ya. Setidaknya untuk anime. Kontinuitas manga terputus di Uub begitu saja. Akhir cerita anime Z, di sisi lain, ditulis dalam bayang-bayang GT.

Trunks dan Pan Pasangan Goku di GT?

Mengapa, dari semua orang, Trunks dan Pan dipasangkan dengan Goku untuk arc awal GT? Pan bisa saja masuk akal karena dia adalah karakter baru yang diperkenalkan dalam beberapa episode terakhir Z, tetapi Trunks tidak pernah memiliki hubungan yang dalam dengan Goku setelah arc Android.

Sekilas, ini adalah kombinasi yang aneh yang kurang memperhatikan hubungan para karakter. Namun, setelah dilihat lebih dalam, ini mungkin adalah keputusan yang dipertimbangkan matang-matang dalam Dragon Ball GT.

Trunks dan Pan keduanya memainkan peran penting dalam bagaimana mereka berhubungan dengan Goku sebagai karakter. Trunks memenuhi kriteria Bulma dari DB awal dengan menjadi Brief yang cerdas dan melek teknologi. Pan, seperti yang disebutkan sebelumnya, menjadi tokoh untuk diselamatkan Goku.

Pembatalan Arc Black Star Tiba-Tiba

Tersebar spekulasi tentang arc pertama GT. Mengapa itu berakhir begitu cepat? Apakah peringkatnya turun? Apakah protes penggemar begitu keras? Yah, tidak juga. Yang benar adalah, Toei memutuskan untuk menghentikan arc Black Star sesaat setelah itu dimulai. Hanya beberapa episode saja, staf penulis menyadari bahwa mereka tidak dapat membuat serial penuh dari tiga karakter yang mengumpulkan tujuh Bola Naga di seluruh alam semesta selama setahun.

Tidak ada dorongan penggemar atau faktor peringkat dalam perubahan itu, Toei hanya mengakui betapa sulitnya untuk mengeluarkan konsep awal mereka tentang “Grand Tour”, dan memperkenalkan Baby dengan tepat untuk mengancam para pahlawan, dan penonton, selama 23 episode.

Dragon Ball GT Butuh Banyak Istirahat

Meskipun butuh 23 episode untuk arc Baby dimulai dan selesai, tidak butuh 23 minggu untuk itu mengudara. Untuk beberapa alasan, fakta nya Dragon Ball GT istirahat beberapa saat selama peluncuran awalnya. Selama arc Baby tayang dari Juni 1996 hingga Maret 1997, tidak ada satu bulan pun selama 1996 di mana sebuah episode ditayangkan setiap minggu. Ini adalah trend yang akan berlanjut hingga arc Super 17 dan Shadow Dragons.

Salah satu jeda terbesar adalah bulan antara episode pertama dan kedua dari arc sebelumnya. Secara keseluruhan, Shadow Dragon arc tidak begitu buruk, tetapi masih berhasil menunda penampilan Gogeta selama lebih dari sebulan.

17 Terputus dari Pertempuran Terakhir

Jika kamu salah satu dari tiga orang di planet ini yang merasa bahwa pertempuran terakhir GT sangat membutuhkan cameo Android 17, maka perasaan kamu akan segera jadi nyata! Selama penulisan serial final, Android 17 akan dimasukkan dalam adegan cepat yang menyumbangkan energi untuk Genki Dama Goku.

Kemungkinan karena keterbatasan waktu dan fakta bahwa dia baru saja selesai membintangi arc terburuk Dragon Ball GT, Toei akhirnya memutus peran Android 17. Dalam manga, Android 17 terlihat menyumbangkan energi untuk Genki Dama Goku di panel cepat. Namun pada awalnya, Toriyama berencana agar panel itu memasukkan Lunch, bukan Android 17.

Subplot Gohan Ditulis untuk GT

GT umumnya diketahui merupakan singkatan dari “Goku Time”. Dalam keseluruhan serial dengan 64 episode, tidak ada satu momen pun di mana karakter lain benar-benar merasa memegang kendali atau narasi. Goku bukan satu-satunya karakter yang bertarung, tetapi seringkali dia satu-satunya yang melakukan pertempuran penting. Tapi mungkin tidak harus selalu begitu, seiring Toei menginginkan arc untuk karakter lain. Khususnya, Gohan.

Pada titik tertentu setelah arc Baby, Gohan akan menemukan dirinya bertekad untuk kembali beraksi dan mengasah tubuhnya sekali lagi. Subplot kecil ini akan melihat seseorang yang dekat dengan Gohan terluka dan dia akan pergi berperang dengan latar belakang protes Chichi. Plot kecilnya akan diberikan selama kira-kira dua episode. Sayangnya, plot Gohan tidak pernah membuahkan hasil dan GT tetap menjadi “Goku Time”.

Staf GT Tidak Mengerti Piccolo

Walau Gohan mengalami kesulitan, namun tidak ada seorang pun di GT yang mengalami masa-masa buruk daripada mantan Raja Iblis sendiri, Piccolo. Dengan membingungkan, setelah mengadaptasi karakter untuk lebih dari 300 episode, staf GT tidak mengerti Piccolo sama sekali. Alasan dia tidak muncul lebih banyak adalah karena mereka menganggapnya hanya karakter dalam kaitannya dengan Gohan.

Benar-benar mengabaikan persaingan rival Goku dan Piccolo untuk dua arc, fakta bahwa arc Piccolo selama arc Namek sejajar dengan Goku, atau bahkan Piccolo akhirnya bergabung dengan Kami untuk menyelesaikan serial arc cerita panjangnya, staf GT memutuskan Piccolo hanya bisa ada sebagai dukungan untuk Gohan, jelas itu sangat buruk dan salah.

GT Spesial Dibuat Selama Serial Ini

Dragon Ball GT: A Hero’s Legacy adalah acara khusus TV yang bertindak sebagai epilog untuk serial ini, yang berlangsung 100 tahun setelah GT berakhir. Meskipun secara eksplisit terjadi setelah akhir serial ini, namun itu tidak ditulis setelah berakhirnya GT, yang membuat penempatan dan keberadaannya sedikit aneh.

Setelah akhir arc Baby, kita tiba-tiba melompat ke 100 tahun ke depan untuk mengikuti petualangan Goku Junior, seorang pengecut tanpa pesona Goku. Dia pergi bertualang, belajar kerendahan hati, dan menjadi Super Saiyan. Itu membosankan. Yang paling buruk, itu ditempatkan dengan sangat aneh. Arc Super 17 mengikuti arc spesial dan kita tidak akan bertemu dengan Goku Junior lagi sampai episode terakhir di mana ia melawan Vegeta Junior. Nah, itu akan menjadi hal yang menarik, dan sesuai namanya, spesial.

Tidak Benar-Benar “Episode yang Hilang”

Ada dua jawaban untuk pertanyaan “apa itu episode yang hilang?” Yang pertama, enam belas episode awal Dragon Ball GT. Yang kedua, ini adalah hal paling cerdas yang pernah dilakukan Funimation.

Pada dasarnya, GT awal Funimation melompat ke awal arc Baby sejak enam belas episode pertama, lebih sesuai dengan Dragon Ball asli daripada Z. Funi menganggap episode yang hilang itu sebagai “Lost Episodes” dan membuat para penggemar mendambakan bagian dari serial ini yang tadinya tidak mereka inginkan.

Setelah GT selesai mengudara, Funimation merilis ulang Lost Episodes dan membuat semua orang ingin menonton Kid Goku berada di luar angkasa bersama Pan dan Trunks.

GT Awalnya Berkonsep Ringan

Dragon Ball, sejak awal arc King Piccolo, telah melakukan upaya memperkuat drama. Arc itu membunuh Krillin dan Roshi. Arc selanjutnya mendorong Goku hingga ke batasnya. Pada bagian awal Z, jalan cerita serial tersebut membunuh sebagian besar pemain pendukung. Serial ini telah semakin meningkat arc demi arc, di mana ketika tiba saatnya bagi Toei untuk memulai GT, mereka memutuskan untuk mengambil langkah mundur dan membawa kembali aura pra-Piccolo.

Walau Toei akhirnya membatalkan petualangan luar angkasa ringan mereka sejak awal, namun mereka awalnya berkomitmen pada konsep serial yang lebih ringan. Mereka merencanakan 26 episode petualangan santai yang, meskipun tidak sepenuhnya disadari, bisa kamu lihat dengan jelas dalam beberapa episode pertama. Meski tidak pasti, tapi “Lost Episodes” membawa kita kembali ke akar serial ini yang sudah lama terlupakan.

Baby Bukan Konsep Baru

Benar atau Salah: ilmuwan Tuffle yang menciptakan bentuk kehidupan untuk membalas dendam pada satu-satunya yang selamat dari ras Saiyan adalah konsep asli. Jika kamu menjawab benar, kamu jelas tidak membaca subjudul ini, tetapi yang lebih penting, kamu harus tahu tentang animasi lama yang disebut Plan to Eradicate the Saiyans.

Plan to Eradicate the Saiyans awalnya merupakan sebuah game Famicom yang menjadi game Playdia/film hybrid. Plan to Eradicate the Saiyans menceritakan kisah seorang ilmuwan Tuffle yang menciptakan bentuk kehidupan untuk melakukan balas dendam pada satu-satunya yang selamat dari ras Saiyan.

Terdengar tidak asing? Seharusnya memang begitu. Cukup mengejutkan memang fakta bahwa arc khas Dragon Ball GT ini tidak semuanya unik secara konsep. Padahal itu belum tentu buruk. Meski begitu, game Playdia agak dilupakan sehingga konsep ini layak mendapatkan kesempatan kedua tidak seperti arc turunan lainnya.

Super 17 Juga Bukan Konsep Baru

Super 17 bukanlah arc dengan cerita yang bagus, tetapi bagian terburuknya adalah itu seharusnya menjadi cerita arc yang bagus mengingat itu tanpa malu-malu merobek premisnya dari salah satu film Dragon Ball Z terbaik: Fusion Reborn.

Sebagai film ke-12 dalam serial Z, Fusion Reborn mengikuti para pahlawan kita yang mencoba menghentikan para penghuni Neraka yang bocor dan menimbulkan kekacauan di Bumi. Alih-alih penjahat yang tidak relevan menjadi antagonis utama, penjahat utama adalah monster ala Majin Buu yang sangat kreatif dan penuh warna, yang mendorong Goku dan Vegeta agar bergabung untuk menghentikannya.

Ini adalah film animasi yang luar biasa dengan beberapa seni terbaik dalam serial ini dan salah satu alur cerita yang lebih menyenangkan. Pada dasarnya tidak seperti Super 17.

Alur GT Tidak Masuk Akal

Alur Dragon Ball GT sangat bodoh. Goku berubah menjadi anak kecil, salah satu penjahat utama memiliki nama “Baby”, dan Vegeta berubah jadi Super Saiyan 4 melalui ilmu pengetahuan. Lebih buruk dari bodoh, cerita GT adalah kekacauan yang tidak masuk akal. Premis anime ini sangat bertentangan dengan informasi dasar dalam serial ini.

Ketika Kami dan Piccolo menyatu, Bola Naga berubah menjadi batu. Mereka baru kembali begitu Dende membuat ulang mereka. Dengan logika itu, Dende pasti juga membuat ulang Bola Naga Bintang Hitam karena mereka akan berubah menjadi batu. Tetapi mengapa dia melakukan itu?

Alur terburuk adalah, sejauh ini, arc Super 17. Penjahat tidak seharusnya menjaga tubuh mereka di Neraka, namun seluruh arc bergantung pada dua penjahat masa lalu yang bekerja bersama untuk membangun Android 17 baru (yang adalah manusia dan bukan seseorang yang dibangun), untuk melarikan diri dari Neraka. Entah bagaimana.

Dragon Ball GT Akan Terus Hidup

Warisan GT sangat menarik. Dengan segala cara, itu seharusnya memudar menjadi ketidakjelasan tak lama setelah penayangan episode terakhirnya, tetapi entah bagaimana GT berhasil tetap hidup melalui sensasi arcade eksklusif Jepang Dragon Ball Heroes. DBH adalah game arcade berbasis kartu di mana pemain dapat membangun tim yang menampilkan hampir setiap karakter tidak jelas dalam serial ini.

GT, terutama, mendapat banyak fokus di Heroes, di mana beberapa karakter mendapatkan kemungkinan transformasi Super Saiyan 4, dan penjahat terus-menerus dipengaruhi oleh Baby. Mungkin GT memang pantas dilupakan setelah penampilan awalnya, tetapi Heroes telah berhasil memanfaatkannya dengan baik.

Goku di Episode Terakhir Sangat “Berbeda”

Final GT tidak seperti biasanya. Ada satu aspek kunci: Son Goku. Goku yang kita lihat dalam episode terakhir GT sangat “berbeda”. Menurut sebuah wawancara staf, Goku tampaknya telah mengalami perubahan, perubahan yang pada dasarnya mengubah karakternya setelah tampaknya menyerah pada serangan terakhir Omega Shenron.

Segala sesuatu yang berputar di sekitar Goku benar-benar nyata, memberikan kepercayaan pada gagasan bahwa dia bukan lagi pria yang sama yang kita ikuti. Setelah mengalahkan Omega, ia menghilang dan yang tersisa darinya adalah gi yang diminta Vegeta untuk dihargai oleh Pan.

Kita kemudian melihat Goku mengunjungi Neraka untuk mengucapkan selamat tinggal pada Piccolo dan mengunjungi Kame House untuk terakhir kalinya untuk bertanding dengan Krillin. Yang terakhir kita lihat dari Goku, dia adalah hantu di tengah kerumunan orang yang tidak bisa lagi melihatnya. Dragon Ball Super membuat Goku menjadi dewa, tetapi Dragon Ball GT mengubahnya menjadi sesuatu yang tak tertandingi beberapa dekade sebelumnya.

Nah itulah tadi beberapa fakta tentang Dragon Ball GT yang mungkin belum Kamu ketahui. Nantikan terus berita terbaru dan terupdate seputar game dan anime hanya di Kabar Games.

Bagikan untuk teman:
Loading...