Pasca Insiden Cheat, Forsaken: “Saya Minta Maaf”

Pasca Insiden Cheat, Forsaken: “Saya Minta Maaf”

Mantan pemain Counter Strike Global Offensive dari team OpTic India, Nikhil ‘Forsaken’ Kumawat, akhirnya angkat bicara secara terbuka untuk pertama kalinya tentang skandal kecurangan yang mengguncang komunitas CSGO Asia, ia menyatakan bahwa dia sekarang berharap bahwa dia tidak pernah memainkan permainan ini sebelumnya.

Permintaan maaf Forsaken karena menggunakan cheat

Baca Juga :

OpTic India didiskualifikasi dari turnamen CSGO eXTREMESLAND Asia 2018 setelah salah satu pemainnya Nikhil ‘Forsaken’ Kumawat tertangkap melakukan kecurangan. Setelah dipecat oleh OpTic Gaming, Forsaken menghapus akun media sosial miliknya dan awalnya menolak untuk berbicara dengan siapa pun mengenai insiden penggunaan cheat tersebut.

Namun pada akhirnya ia angkat bicara tentang skandal cheat tersebut di depan umum untuk pertama kalinya dalam wawancara dengan AFK Gaming. Ketika ditanya oleh AFK Gaming tentang apa yang akan dia lakukan jika keadaannya berbeda, Forsaken menjawab:

Jika saya bisa kembali, saya mungkin akan menghapus hari pertama saya bermain Counter Strike – tidak ada hal baik yang terjadi pada saya sejak hari pertama saya bermain permainan itu.

Baca Juga :

Saya sangat menyesal kepada rekan team saya, manajemen OpTic dan orang-orang yang selalu menaruh kepercayaan pada saya. Saya merasa bersalah mengambil kesempatan dari rekan team saya. Masing-masing dari mereka adalah orang yang sangat berbakat dan saya telah membahayakan peluang mereka untuk berada di tempat yang seharusnya layak mereka dapatkan.

Pasca Insiden Cheat, Forsaken: "Saya Minta Maaf"

Forsaken juga mengklarifikasi bahwa dia tidak berusaha menolak keputusan admin untuk memeriksa PC-nya, tetapi dia mengakui memang berusaha mematikan program yang memiliki cheat di dalamnya ketika panitia pertandingan mencoba melihatnya. Lebih lanjut Forsaken mengatakan bahwa “tidak ada tekanan” dari luar pada dirinya untuk menggunakan cheat, melainkan bahwa dia melakukannya karena kurangnya kepercayaan dirinya pada bidikannya.

Cheat yang digunakan pemain India itu dirancang untuk memberinya sedikit bantuan dengan bidikannya, dan Forsaken mengakui bahwa ia menggunakannya di seluruh bootcamp Op-Turnamen India tanpa diketahui oleh siapa pun. Forsaken berharap untuk memulai karir baru di mana dia dapat membantu keluarganya, meskipun saat ini ia tidak yakin karir seperti apa yang akan dia jalani. Berikut pernyataan lengkap mengenai permintaan maaf Forsaken dapat di lihat di bawah ini.

“Saya ingin memulai ini dengan meminta maaf kepada rekan team saya, manajemen OpTic dan orang-orang yang selalu menaruh kepercayaan pada saya. Saya merasa bersalah mengambil kesempatan dari rekan team saya. Masing-masing dari mereka adalah orang yang sangat berbakat dan saya telah membahayakan peluang mereka untuk berada di tempat yang seharusnya layak mereka dapatkan.

Saya tidak memiliki masalah keuangan, masalah keluarga atau apapun sebagai alasan untuk menggunakan cheat, itu semua datangnya dari diri saya sendiri. Saya hanya ingin memenangkan setiap pertandingan, ingin menjadi sempurna dalam setiap aspek permainan. Saya memiliki kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan, saya memiliki kepercayaan diri dalam memahami permainan dll, tetapi tidak pernah percaya diri dalam bidikan saya, sehingga untuk mengimbangi kurangnya kepercayaan diri dalam hal tersebut, saya harus memilih jalan yang salah.

Tak satu pun dari rekan team saya yang tahu saya menggunakan program terlarang, termasuk pelatih dan manajer saya. Mereka hanya percaya pada saya dan saya menyesal saya gagal memegang kepercayaan mereka pada saya. Program hack itu tidak terlalu mencolok (meskipun orang-orang mengira itu mungkin), tidak ada seorang pun di team saya atau orang-orang yang berdiri di belakang kami (pelatih atau manajer, dll) mengetahi saya menggunakan sesuatu. Ini memberi saya sedikit keuntungan atas bidikan alami saya sehingga hampir tidak dapat diamati oleh orang-orang di sekitar saya. Saya juga sangat berhati-hati untuk hanya menggunakannya sesekali dan menutup programnya setelah permainan.

Saya memang menggunakan cheat di dalam bootcamp tetapi tidak mungkin mereka mengetahuinya. Seperti yang sudah saya katakan, itu hanya memberi saya sedikit keuntungan dalam hal akurasi, presisi, dan registrasi peluru yang lebih baik sehingga tidak terlihat oleh orang yang mengamati saya di luar permainan. Mereka juga tidak memiliki alasan untuk meragukan saya, setiap kali video saya bermain tersebar secara online, saya selalu memiliki alasan dan mengambil keuntungan dari kepercayaan mereka pada saya.

Jika saya bisa kembali, saya mungkin akan menghapus hari ketika saya pertama kali memainkan counter strike. Tidak ada hal baik yang terjadi pada saya sejak hari pertama saya mulai bermain. Saya pikir game ini memang untuk saya, tetapi sejak hampir satu tahun terakhir saya tidak pernah loyal dengan game ini. Saya bekerja keras tetapi saya tidak loyal. Saya memberikan segalanya untuk permainan ini, saya selalu menempatkan game ini di atas segalanya dan hari ini saya menyadari saya telah kehilangan sesuatu yang berharga. Satu satunya hal yang selalu saya letakan di atas segalanya dan saya curang. Saya kehilangan segalanya ketika menempatkan CS di atas segalanya dan hari ini saya kehilangan CS juga. Satu-satunya hal yang saya tidak pernah kehilangan adalah keluarga saya dan pacar saya dan saya berharap untuk tidak pernah mengkhianati mereka.

Saya terluka di dalam jiwa, dan saya membayar untuk apa yang telah saya lakukan. Saya telah melakukan kesalahan yang jauh lebih besar bagi masyarakat dan saya harus membayar tidak hanya untuk kesalahan saya, tetapi juga untuk orang-orang yang mempercayai saya. Saya tahu karir saya di CS sudah berakhir. Yang bisa saya lakukan adalah mencoba sesuatu yang baru dalam kehidupan saya sehingga saya dapat membantu keluarga saya. Saya tidak pernah berpikir untuk melakukan apa pun selain CS. Saya akan berusaha memperbaiki kesalahan saya dan menjadi orang yang lebih baik.

Saya tidak pernah menggunakan cheat dalam uji coba pertandingan karena itu adalah salah satu kesempatan pertama saya dan saya ingin memberikan yang terbaik di sana. Saya mencoba meyakinkan diri sendiri untuk meninggalkannya dan melakukannya sendiri, tetapi saya tidak memiliki keberanian untuk itu. Ketika Saya datang ke bootcamp saya tidak dapat menyesuaikan pada pc dan ketika melihat ke arah rekan team saya, dorongan untuk melakukan yang terbaik di setiap aspek permainan membawa saya ke hal ini lagi. Saat saya bisa menggunakannya di bootcamp tanpa ada yang tahu tentang itu, itu memberi saya keberanian untuk menggunakannya di turnamen lebih sering lagi.

Saya telah mengkhianati kepercayaan orang-orang yang mempercayai saya.

Saya telah menyeret nama negara dan saya tahu itu tidak termaafkan.

Tidak ada yang bisa disalahkan selain aku. Tidak ada orang lain yang harus menerima kebencian dan disalahkan untuk ini kecuali saya.

Saya melihat lubang di dalam sistem dan saya mengambil keuntungan dari hal itu karena kebodohan dan keegoisan saya, pada akhirnya saya tidak memiliki apa-apa selain penyesalan. Bahkan setelah saya mengikuti larangan ESIC, seharusnya saya tidak menggunakannya lagi, tetapi dalam kebodohan dan keegoisan, saya terus menggunakan cheat tersebut.

Begitu banyak orang telah berjuang untuk saya dan membela saya, dan saya menyadari sekarang, begitu banyak orang yang telah saya khianati dan bagaimana mereka menghadapi hukuman yang seharusnya ditujukan bagi saya”

– Nikhil ‘Forsaken’ Kumawat

Bagikan untuk teman: