legend-banner
Tak Terima Fortnite Dihapus, Epic Games Gugat Apple & Google

Tak Terima Fortnite Dihapus, Epic Games Gugat Apple & Google

Epic Games terlibat perseteruan panas dengan Apple dan Google. Akibat perseteruan itu, Epic Games melayangkan gugatan kepada perusahaan berlambang apel tergigit tersebut. Diketahui, Epic menyatakan perang terhadap kedua raksasa teknologi ini setelah keduanya menghapus game Fortnite dari layanan aplikasi mereka, App Store dan Play Store.

Lantas, sebenarnya apa yang sudah dilakukan Epic Games hingga Apple dan Google harus menghapus game garapannya? Usut punya usut, masalah bermula saat Epic Games melakukan update terbaru Fortnite Mobile.

Baca Juga :

Fortnite Dihapus, Epic Menuntut

Fortnite Dihapus, Epic Menuntut

Data yang dihimpun Kabar Games, keteganggan yang terjadi antara pengembang game dengan Apple dan Google tak hanya gegara persoalan aplikasi Fortnite dihapus secara sepihak. Namun juga dipicu dengan kebijakan perusahaan yang dinilai mengekang para pengembang aplikasi untuk App Store dan Play Store.

Epic yang dikonfirmasi membenarkan adanya gugatan tersebut. Dikutip dari akun Twitter miliknya, Fortnite mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan dokumen tuntutan ke Pengadilan Distrik untuk wilayah utara negara bagian California, Amerika Serikat (AS).

Dalam tuntutannya, Epic Games menuding kedua pemilik layanan tersebut telah berbuat tidak adil dengan menerapkan operasi bisnis yang tidak sehat. Khususnya perihal monopoli keuntungan transaksi atau pembayaran yang terjadi di dalam game (in-game purchase).

“Epic Games mengajukan gugatan ini untuk mengakhiri tindakan Apple yang tidak adil demi mempertahankan kegiatan monopoli yang bisa bernilai miliaran dolar,” kata pihak Epic Games dalam tuntutan, sebagaimana dikutip KompasTekno dari TheVerge, Jumat (14/8/2020).

Epic Games Terapkan Microtransaction

Epic Games Terapkan Microtransaction

Loading…

Saat melakukan update terbaru Fortnite Mobile, diketahui Epic juga memperkenalkan microtransaction atau metode pembayaran langsung dalam aplikasi Fortnite untuk semua platform. Selain menutup celah hadirnya pihak ketiga (Apple dan Google) dalam urusan pembayaran, opsi transaksi yang diberi nama “Fortnite Mega Drop” ini menerapkan diskon permanen hingga 20% untuk top up V-Bucks.

Dari sisi pengembang, tentu saja keuntungan yang di dapat Epic selaku developer game akan semakin besar, sebab ia tidak dikenakan potongan dari pihak ketiga dalam hal ini App Store dan Google Play Store. Pun demikian bagi gamers, dengan adanya microtransaction ini gamers bisa mendapatkan game dengan harga yang jauh lebih murah dibanding melalui App Store dan Play Store.

Baca Juga :

Namun bagi App Store dan Play Store, opsi ini sangat merugikan mereka. Pasalnya mereka tidak bisa lagi mengenakan potongan dari tiap penjualan pada layanan mereka dengan besaran 30%. Inilah yang membuat Apple dan Google berang, Epic Games dianggap telah menyalahi aturan yang sejak lama mereka terapkan. Walhasil, Fortnite Mobile terpaksa dihapus dari kedua layanan untuk waktu yang belum di tentukan.

Epic Games Melawan

Merasa dirugikan atas keputusan sepihak dari keduanya, Epic pun melawan. Epic melakukan gugatan atas tindakan pengekangan terhadap pengembang. Dalam gugatannya Epic games tidak menuntut ganti rugi materi, tapi Epic meminta Apple dan Google untuk segera merubah kebijakannya terkait penerapan bagi hasil sebesar 30% yang dikenakan dalam in-game purchase.

“Rather than tolerate this healthy competition and compete on the merits of its offering, Apple responded by removing Fortnite from sale on the App Store, which means that new users cannot download the app, and users who have already downloaded prior versions of the app from the App Store cannot update it to the latest version,”

Seolah tak takut dengan nama besar Apple, Epic Games bahkan merilis video sindiran yang ditujukan untuk Apple yang diberi judul “Nineteen Eighty“. Video yang di adaptasi dari novel tersebut menceritakan situasi di mana pemerintah berlaku sewenang-wenang dan membatasi kebebasan masyarakat.

Diakhir video, terlihat sebuah karakter Fortnite melakukan pemberontakan dengan menghancurkan layar raksasa yang menampilkan penguasa. Di berbagai sosial media, Epic juga mengakomodir para fans untuk bersama menyuarakan kesewenang-wenangan yang dilakukan Apple dengan Tagar #FreeFortnite.

Dampak Terhadap Para Pemain

Dampak Terhadap Para Pemain

Kendati sudah dihapus dari layanan, bagi gamers yang sudah mengunduhnya, Fortnite masih bisa dimainkan. Namun beberapa hal seperti konten dan Battle Pass baru tidak dapat diakses. Sementara itu, pemain baru tidak bisa mengunduh game tersebut.

“Jika kalian sudah mengunduh Fortnite di App Store, kalian tidak akan mengalami masalah untuk terus memainkan Chapter 2–update 13.40 Season 3–entah kalian memainkannya hanya pada perangkat seluler atau memainkan versi terbaru Fortnite pada perangkat lain. Begitu Chapter 2–Season 4 dimulai, para pemain Fortnite akan bisa memainkan versi 13.40 tapi tidak akan bisa mengakses konten baru atau Battle Pass baru,”tulis Epic dilansir dari Ubergizmo, Jumat (14/8).

Bagi para pemain yang sudah membeli V-Bucks, Epic meminta mereka supaya menghubungi Apple jika ingin meminta refund. Sebab Epic mengaku pihaknya tidak bisa memberi bantuan. Sebagai informasi tambahan, tahun lalu Epic Games sempat merilis kehadiran Fortnite versi APK.

Yang mana file tersebut bisa diunduh secara langsung melalui situs resmi Epic Games. Namun Google menilai cara yang dilakukan Epic sangat berbahaya. Pasalnya, menurut Google aplikasi semacam itu sangat rawan karena mudah disusupi malware dan aplikasi palsu. Nantikan terus berita terbaru dan terupdate seputar game, anime, gadget serta Esports lainnya hanya di Kabar Games yah.

Bagikan untuk teman:
Loading...