legend-banner
Soren Bjergsen, Superstar LoL ex Korban Bullying

Soren Bjergsen, Superstar LoL ex Korban Bullying

Bjergsen atau yang memiliki nama lengkap Soren Bjerg adalah seorang superstar di League of Legends, hampir tidak ada satupun pemain esports League of Legends yang tidak mengenal sosoknya. Namun dibalik cerita suksesnya ini, Bjergsen ternyata mempunyai cerita masa lalu yang cukup kelam, Bjergsen pernah menjadi korban bullying di masa kecilnya.

Soren Bjergsen lahir di keluarga sederhana pada tanggal 23 Februari 1996 di Denmark. Saat itu ia mempunyai prestasi yang cukup baik, namun karena badannya yang terbilang kurus ia menjadi korban bullying diantara teman temannya yang badannya lebih besar saat ia masih kelas 4 SD. Bjergsen menjadi depresi akibat bullying ini, terlebih lagi pihak sekolah tidak mau ikut campur dalam permasalahan yang dihadapinya.

Baca Juga :

bjergsen

Sebagai pelarian, Soren Bjergsen bermain game sepulang sekolah. Namun ia melakukannya dengan sembunyi sembunyi, karena ia takut semakin dibully karena saat itu terlalu banyak bermain game dianggap sesuatu yang aneh, bahkan dicap nerd.

Sedikit angin segar didapatkan saat memasuki bangku SMP. Ia sedikit optimis untuk melanjutkan pendidikannya karena masuk di sekolah baru dengan teman teman baru dan bisa bebas dari bullying. Namun perkiraannya ini ternyata salah, karena pada kelas 8 ia terus mengalami bullying bahkan semakin parah dan menjurus hingga melukai fisiknya. Mulut Soren Bjergsen pernah mengalami luka yang cukup parah karena teman temannya mencoba memasukkan sendok ke dalam mulutnya.

Kejadian ini akhirnya membuat Soren Bjergsen trauma dan memutuskan untuk berhenti sekolah, ia terus menerus mengurung diri di rumah karena depresi yang dialaminya. Dalam masa masa depresinya ini ia hanya mau berbicara dengan keluarganya sendiri dan menutup diri dari dunia luar.

Kecintaannya terhadap game akhirnya membuat dirinya bertemu dengan League of Legends, dan dengan cepat ia menguasainya. Melalui game League of Legends inilah ia akhirnya menemukan alasan untuk tetap menjalani hari harinya dan tetap berjuang untuk hidupnya.

Loading…

bjergsen

Berbagai turnamen online dilakoni Soren Bjergsen, dan ia mulai mendapatkan uang dari turnamen tersebut. Kemenangan demi kemenangan inilah yang kemudian membuat dirinya diincar berbagai tim besar asal Swedia, hingga akhirnya ia bergabung dengan Copenhagen Wolves, salah satu tim esports besar asal Swedia. Manejer Copenhagen Wolves saat itu berhasil meyakinkan Soren Bjergsen, hingga ia dapat melepas semua kecemasan dan depresinya hingga berlaga di event LAN DreamHack Winter 2012.

Baca Juga :

Dalam pertandingan perdananya ini ia berhasil menunjukkan performa yang sangat luar biasa dan mencapai peringkat tiga. Peringkat ini otomatis membuat timnya berhak untuk masuk ke dalam kualitfikasi LoL Championship Series. Namun sayang, usianya yang masih sangat muda, 16 tahun, membuat ia tidak bisa tampil bersama timnya di ajang tersebut.

Prestasinya yang gemilang di League of Legends ternyata tidak serta merta menghapus trauma bullying dari dirinya. Ia terkadang masih dilanda kecemasan saat ada yang mencoba memeluknya, bahkan ia menolak untuk melakukan wawancara dan berkomunikasi dengan pemain League of Legends lainnya, karena ia takut akan dibully saat melakukan kesalahan. Ia juga masih melakuka kebiasaannya untuk mengenakan baju lengan panjang supaya badan kurusnya tidak terlihat.

bjergsen

Dukungan dari para fans akhirnya membuat dirinya bersemangat untuk menjadi jauh lebih baik lagi. Tidak hanya itu, pihak penyelenggara dan juga peserta LCS seperti Riot dan ESL mendukungnya supaya bisa pulih dari kecemasan dan depresi yang dialaminya.

Kondisi Soren Bjergsen yang semakin baik ini membuatnya menjadi salah satu midlaner terbaik dunia, dan kini ia sudah menorehkan prestasi bersama TSM dengan 4 piala North Amerika LCS. Biar bagaimanapun, tindakan bullying sama sekali tidak dibenarkan dalam situasi dan kondisi apapun. Nantikan berita games terbaru lainnya hanya di Kabar Games!

Bagikan untuk teman:
Loading...