sukistreet
10 Perbedaan Manga dan Anime Dragon Ball Super

10 Perbedaan Manga dan Anime Dragon Ball Super

Paruh kedua dekade ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi penggemar serial Dragon Ball yang melegenda, mulai dari Dragon Ball Z, Heroes ataupun GT. Tidak hanya ada video game baru yang keluar tahun depan, tetapi ada film yang melanjutkan kisah-kisah Super Saiyan, dan ada serial televisi baru setelah dua dekade tidak tayang. Berbicara mengenai Dragon Ball super, tahukah Kamu perbedaan yang ada di seri Anime dan Manga?

Karena anime dan manga dilakukan pada jadwal waktu yang sama sekali berbeda, orang-orang yang pernah menikmati keduanya sangat menyadari bahwa keduanya sebenarnya sangat berbeda satu sama lain. Jadi dalam daftar ini, kita akan melihat sepuluh perbedaan utama antara manga dan anime Dragon Ball Super.

Baca Juga :

Perbedaan Stamina Super Saiyan Blue

Selama pertempuran Universal asli antara Universe 6 dan 7, Vegeta berhadapan dengan Hit, dan pada dasarnya terkalahkan. Di luar dari kemampuan Hit untuk menghentikan waktu, tidak dijelaskan alasannya, Vegeta tidak bisa mempertahankan diri. Goku masuk, mengetahui apa yang bisa dilakukan Hit, dan nyaris menang.

Dalam manga, ternyata Vegeta bertransformasi ke Super Saiyan Blue berkali-kali sebelumnya sehingga secara signifikan menguras staminanya, dan menyisakan hanya sedikit kekuatan pada saat ia melawan Hit.

Penggunaan Kaioken dengan Super Saiyan Blue

Sesuatu yang mungkin mengejutkan para penggemar anime adalah, di dalam serial Manga tidak pernah benar-benar ada contoh di mana Goku menggunakan Super Saiyan Blue, bersamaan dengan Kaioken (gerakan khas yang ia pelajari dari King Kai yang melipatgandakan tingkat kekuatannya). Beberapa teori telah menunjukkan bahwa melakukan keduanya akan membuatnya meledak, tetapi manga pernah mengemukakan bahwa Kaioken tidak akan bekerja ketika transformasi itu aktif.

Di sisi lain dalam cerita Anime nya, ketika dia dalam pertempuran dengan Hit, dia menggunakan sesuatu yang mirip dengan Kaioken, tapi itu berakhir dengan kegagalan, dan Hit menunjukkan bahwa menghancurkan tubuhnya tidak akan membantunya melawan kekuatan Hit.

Loading…

Tidak Ada Super Saiyan Anger di Manga

Ini mungkin sedikit menjadi pukulan bagi para penggemar Future Trunks. Selama arc Goku Black, Trunks tidak pernah masuk ke bentuk Super Saiyan Rage atau Super Saiyan Anger. Ini tentu saja bentuk yang digunakan Trunks dalam anime, yang entah bagaimana berhasil memiliki aura emas Super Saiyan dan aura biru Super Saiyan Blue, yang membantunya mengimbangi Goku Black dan bahkan mencetak salah satu pukulan terakhir padanya sebelum dia menggunakan nuklir dan mencoba untuk menyerap seluruh alam semesta.

Tidak ada penjelasan tentang bagaimana ia mendapatkan bentuk ini, namun manga tidak memilikinya, Future Trunks hanya menjadi Perfected Super Saiyan 2. Versi manga dari Trunks tidak sekuat hasilnya, dan akhirnya kalah dalam pertarungannya dengan Zamasu/Goku Black.

Baca Juga :

Manga Tidak Mengadaptasi Kebangkitan F

Secara teknis, manga Dragon Ball Super tidak benar-benar mengadaptasi alur cerita Kebangkitan Frieza. Ada manga terpisah yang mengadaptasi sebagian dari cerita itu, tetapi bagi mereka yang ingin melihat Vegeta memberikan Frieza kekalahan, mereka harus menonton film.

Itu masih menjadi canon dalam manga dan anime, meski Toriyama memainkan peran utama dalam mengawasi kedua seri ini. Selain itu, Frieza tampil di Tournament of Power selama kedua seri, dan tampaknya memainkan peran yang sama pentingnya di keduanya.

Pertarungan God of Destruction

Di anime, tepat sebelum Tournament of Power, ada pertempuran awal antara Trio of Dangers dari Universe 9 melawan Goku, Gohan, dan Buu. Ini dimaksudkan sebagai pertarungan untuk ditampilkan kepada Future Zeno.

Dalam manga, kita melihat pertempuran yang sama sekali berbeda, dan bisa dibilang lebih menarik. Untuk menghibur kedua Zeno, para God of Destruction setuju untuk bertempur melawan satu sama lain. Ini adalah konflik yang singkat dan brutal, tetapi bahkan Dewa Segalanya tidak dapat mengimbangi apa yang mereka lakukan, dan sebagai gantinya mereka muncul dengan ide untuk mengadakan turnamen “hanya” menggunakan manusia dari alam semesta lainnya.

Anggota ke-10 Universe 7

Selama anime, salah satu poin plot utama dari Tournament of Power adalah pencarian Goku untuk anggota kesepuluh yang ada dalam skuad tersebut. Mereka mencoba membawa Buu, tetapi dia tidur, dan akhirnya mereka memutuskan untuk meminta Frieza untuk membantu mereka. Mereka bahkan tidak mempertimbangkan Yamcha, dan ini sangat lucu karena Yamcha yakin mereka pada akhirnya akan memintanya.

Tetapi dalam manga, seperti biasa mereka segera mulai mempertimbangkan beberapa teman lama mereka, termasuk Yamcha, Chiaotzu, dan bahkan berpikir tentang bagaimana membuat Future Trunks bekerja dengan mereka. Mereka akhirnya juga memilih Frieza, tetapi setidaknya mereka cukup menghormati yang lain dengan mempertimbangkan teman lama mereka.

Pertarungan Gohan vs Kefla

Setelah kekalahan yang memalukan di tangan Frieza, Gohan mengetahui bahwa ia tidak dapat membiarkan orang lain berjuang untuknya. Bekerja bersama Piccolo, dia mendapatkan kembali sebagian besar kekuatan tersembunyinya. Dan seperti Buu Saga yang memberi Gohan kekuatan yang memungkinkannya untuk tidak lagi membutuhkan Super Saiyan, manga juga melakukannya.

Dia terus tumbuh “sebagai manusia” dan berhasil mengalahkan versi Kefla yang jauh lebih berbahaya, seiring versi Kale ini berhasil melawan sebagian besar pejuang alam semesta sendirian.

Siapa yang Mengajari Goku Ultra Instinct?

Yang satu ini menjadi topik pertengkaran bagi para penggemar anime atas manga. Selama turnamen, ketika Goku mulai melihat Jiren sebagai yang tak terkalahkan, Roshi melangkah dan memutuskan untuk menunjukkan kepada Goku apa yang telah ia lewatkan di saat ia terus mencari kekuatan berikutnya.

Dia mengingatkan Goku bahwa tidak ada orang yang pernah melatihnya di masa lalu, dari Kami, Raja Kai hingga Roshi sendiri, yang pernah berfokus untuk mengajarnya tentang kekuatan sendirian. Dan untuk sesaat, dia berhasil menghindari beberapa pukulan Jiren, sebelum tersingkir dari arena begitu Jiren menjadi serius.

Perbedaan Cara Mendapatkan Ultra Instinct

Dalam anime, Goku secara singkat mencapai bentuk Ultra Instinct yang tidak sempurna beberapa kali selama turnamen. Pertama, itu terjadi ketika dia dipukul dengan Spirit Bomb-nya sendiri, energinya nol, dan dia berhubungan dengan pikiran batinnya. Kemudian, itulah cara dia bertarung melawan dan mengalahkan Kefla.

Namun dalam manga, ia hanya mengaktifkan bentuk tidak sempurna satu kali sebelum mencapai bentuk sempurna kedua kalinya. Ini diyakini sebagai akhir dari pelatihan Goku dari beberapa pelatih terbaik di Bumi dan di alam semesta (Master Roshi). Tubuhnya mengecil seperti bentuk Dewa Super Saiyan, dan dia hanya bisa menggunakannya sebentar, tapi itu cukup lama untuk mengalahkan Jiren.

Perbedaan Pengendalian Ki

Arc terbaru dari manga Dragon Ball Super memperkenalkan cara pertempuran baru untuk seri ini. Untuk satu hal, penjahat terbaru mampu menguras energi dengan sangat cepat sehingga Goku dan Vegeta keduanya tidak mampu mempertahankan bentuk Super Saiyan Blue mereka, dan bahkan telah menguras Goku hingga ia tidak dapat menggunakan Transmisi Instan.

Pada chapter terbaru, Vegeta telah melakukan perjalanan ke planet Yardrat untuk mempelajari beberapa langkah mereka untuk menjadi lebih efektif dalam melawan penjahat baru, monster mistik Moro. Langkah-langkah ini tampaknya tidak didasarkan pada kekuatan, tetapi memanipulasi ki seseorang dengan cara lain.

Nah itulah tadi perbedaan mendasar serial anime dan manga di Dragon Ball Super. Jika ada yang Kabar Games lewatkan, jangan ragu untuk berikan comment di kolom komentar yah! Nantikan terus berita terbaru dan terupdate seputar anime, manga dan game hanya di Kabar Games!

Bagikan untuk teman:
Loading...