legend-banner
LGD Eliminasi DC dalam Ronde 2 TI 7

LGD Eliminasi DC dalam Ronde 2 TI 7

Berita games terbaru games Steam DotA 2 datang dari LGD Gaming yang sukses mempecundangi Digital Chaos DotA 2 dalam pertandingan antara LGD VS DC ronde 2 Lower Bracket The International 7. Dengan kemenangan dari LGD Gaming ini memperlihatkan betapa kuatnya team China pada turnamen internasional TI 7 ini. Menangnya team LGD ini menjadikan turnamen games MOBA DotA 2 TI 7 hanya diisi oleh team dari China, CIS, dan juga Eropa yang mana tidak menyisakan satu pun team Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara.

LGD Gaming TI 7

Baca Juga :

Games Pertama

Pada games pertama antara LGD VS DC ronde 2 Lower Bracket The International 7, sedari awal pertandingan, LGD mendominasi. Team asal China ini mempecundangi DC hanya dalam waktu 22 menit saja. Games pertama ini LGD memperbolehkan Abed memainkan hero signature miliknya, yakni Meepo. Namun, LGD punya cara tersendiri menghabisi Meepo Abed, yakni dengan mengandalkan Magnus yang dimainkan oleh Eleven, dan Mirana yang dimainkan oleh Maybe. Tidak seperti LGD, karena percaya diri dengan pemilihan Meepo Abed, DC kurang akan hero AOE. Gara-gara ini, Chaos Knight LGD merajalela berkat ilusi miliknya.

Game Pertama LGD VS DC ronde 2 Lower Bracket The International 7

Awal pertandingan antara LGD VS DC ronde 2 Lower Bracket The International 7, kedua team fokus pada lane bawah. Keduanya saling bertukar kill di sana. Pada lane atas, Lycan yang dimainkan Mason, serta Magnus melakukan farm tanpa gangguan yang ternyata farm Magnus lebih berguna bagi team-nya. Abed percaya dengan adanya howl dari Lycan, maka ia harus membangun item yang agresif. Namun, LGD dapat membalas permainan agresifnya. Awal pertandingan yang buruk dari Meepo membuat team DC tidak dapat melakukan perlawanan berarti, dan pertandingan berakhir pada menit 22. DC mengetikkan GG.

Loading…

Games Kedua

Game kedua antara LGD VS DC ronde 2 Lower Bracket The International 7 memperlihatkan drafting kedua team yang memilih hero yang biasa mereka mainkan. DC memilih Bulba untuk memainkan Sand King, dan Mason memainkan Sven. LGD sendiri mengambil Magnus, Death Prophet, dan Kunkka. Meskipun, keduanya memainkan hero nyaman mereka pakai, tetapi yang membedakan adalah pemilihan Anti Mage dari LGD pada pilihan terakhir hero yang dipakai.

Game Kedua LGD VS DC ronde 2 Lower Bracket The International 7

Baca Juga :

Kedua team mengawali permainan game kedua antara LGD VS DC ronde 2 Lower Bracket The International 7 dengan peraihan xp, dan gold yang seimbang. Namun, Anti Mage LGD yang dimainkan Ame- kesusahan dalam farming berkat agresifnya permainan DC. Sepertinya DC belajar dari pengalaman games pertama bahwa mereka harus mengambil inisiatif untuk agresif terlebih dahulu. Namun, mereka melupakan Magnus dikarenakan terlalu sibuk untuk mengganggu Anti Mage. Berkat farming gratis, Magnus mendapatkan blink dagger dalam waktu yang relatif cepat.

DC paham bahwa mereka harus terus agresif. Alhasil, usaha mereka berbuah manis dengan menang pertempuran dan mendapatkan Aegis. Namun Anti Mage yang kesulitan farming di awal, dengan liciknya mencuri tower DC, dan memaksa mereka untuk bertahan. Anti Mage terus memperbaiki ketertinggalan farming di awal permainan, DC pun tak tahu lagi bagaimana mengantisipasi hero ini.

Akan tetapi, berkat kesuksesan membunuh Eleven, DC dapat mendorong lane untuk berharap menghancurkan bangunan LGD. Serangan DC gagal, karena LGD sudah siap bertahan. Kegagalan serangan membuahkan LGD yang mendorong balik lane tengah, bahkan mendapatkan barak melee.

Setelah itu, kondisi DC dalam posisi di bawah, yang diperparah lagi dengan rampage yang didapat Anti Mage pada pertempuran yang terjadi beberapa menit setelahnya. Kemudian DC panik, dan memutuskan mengambil Aegis pada Roshan yang merupakan strategi yang salah karena mereka diratakan oleh LGD. Pertandingan pun berakhir pada menit 30-an, setelah DC mengetikkan GG.

Bagikan untuk teman:
Loading...