Rinaldi Syahran · Published 30 August 2018

League of Legends Asian Games 2018: China Raih Emas

Home > Artikel > League of Legends > League of Legends Asian Games 2018: China Raih Emas

Pada ajang turnamen League of Legends Asian Games 2018, tuan rumah Indonesia harus angkat koper lebih awal. Tim Indonesia kalah beruntun 5 kali tanpa kemenangan dan menjadi juru kunci grup B. Sementara itu, tim China dan Korea Selatan terus tampil memukau. Akhirnya, keduanya bertanding pada Grand Final dengan China yang menjadi juaranya.

Grand Final: China vs Korea Selatan

Akhirnya, pertandingan yang dinantikan oleh para pecinta MOBA League of Legends di seluruh dunia terjadi. Pada Grand Final League of Legends Asian Games 2018, tim China dan Korea Selatan berhadapan. Korea datang dengan statistik yang lebih baik karena sempat sukses menundukkan China sebanyak dua kali pada pertandingan fase grup. Namun statistik lebih baik itu tidak membuat tim China gentar yang berakibat pada permainan tim yang brilian untuk kemudian merebut titel juara pertama.

Babak Pertama League of Legends Asian Games 2018

Kedua tim bertanding di grand final babak pertama dengan sangat agresif. Namun, timnas China tampak lebih unggul. Meskipun begitu, Korea Selatan sempat melakukan perlawanan. Kiin dan Ruler tampil luar biasa agar Korea bisa mengejar ketertinggalan dalam permainan. Namun itu tidak cukup, karena China sukses mengamankan Baron pada menit ke-23.

Kemudian, Korea berusaha melakukan strategi mendorong lane secara terpisah. Tim Korea Selatan mengandalkan mobilitas dari Faker dan juga Kiin. Keduanya ditargetkan untuk menghindari pertarungan tim secara langsung. Strategi itu membuat Faker mencetak Ace pada menit ke-27. Namun, Uzi dkk. berhasil menang dalam pertarungan kelompok di Baron Pit. Akhirnya, China menghancurkan Nexus dari Korea pada menit ke-33.

Babak Kedua League of Legends Asian Games 2018

Pada babak kedua, Korea Selatan mendorong lane dengan agresif sedari awal pertandingan. Korea mendapatkan first blood pada menit ke-3, tetapi setelahnya agresifitas mengendur dan China mendominasi pertandingan setelah menang dalam pertarungan kelompok di Botlane pada menit ke-9. China terus melakukan tekanan, dan mampu membunuh hero tim Korea Selatan. Pada menit ke-13, skor kill mencapai 6-2.

China terus mendominasi permainan, tetapi hanya sampai menit ke-28. Penyebabnya adalah Korea berhasil menang pertarungan kelompok dan mendapatkan Baron. Peristiwa krusial ini membuat Korea Selatan terus mendominasi hingga akhir laga pada menit ke-33.

Babak ketiga Grand Final League of Legends Asian Games 2018 dimainkan dengan agresivitas tinggi juga. Tim China mendapatkan pembunuhan hero pertama dalam sebuah pertarungan tim yang terjadi di lane bawah. Korea Selatan baru mendapatkan kill pada menit ke-5. Namun, tak berlangsung lama, China sukses menambah tiga kill lagi saat pertarungan tim dilakukan di area River. Kill China terus bertambah berkat strategi rotasi yang baik.

MVP Babak Kedua League of Legends Asian Games 2018

Saat permainan memasuki menit ke-13, skor kill mencapai 2-8 untuk keunggulan China. Tim Korea tampil dengan banyak kesalahan kecil yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh tim China. Pada pertarungan tim paling akhir, tim China mendapatkan Triple Kill. Babak ketiga berakhir pada menit 35 dengan pencapaian hebat pemain China, Uzi, yang tak mati satu kalipun dalam pertandingan ini.

MVP Babak Ketiga dan Keempat League of Legends Asian Games 2018

Pada babak 4, terdapat pergantian pada tim Korea. Score digantikan dengan Peanut. Alasannya untuk penyegaran strategi. Korea mendapatkan First Blood terlebih dahulu pada menit 5. Kemudian mengambil Infernal Dragon. Asa berkembang pada tim Korea, karena sejenak mereka memimpin babak keempat. Namun, strategi China mampu membalikkan keadaan, pada menit 8, China melakukan Ganking di lane bawah yang membuat Korea harus kehilangan dua pemainnya, yakni Ruler serta Corejj.

Tim Negeri Tirai Bambu sempat membuat kesalahan kecil. Kesalahan ini dimanfaatkan baik oleh Korea, sehingga berhasil menambah kill, dan mendapatkan Rift Herald. Akhirnya, Korea mendominasi lagi sejak menit 15.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=fsrKMrtF9GI[/embedyt]

Seperti akan menang, keadaan malah berbalik lagi. Saat permainan memasuki menit ke-29, Ming bermain brilian dengan berkontribusi besar dalam mendapatkan Baron Buff dan juga kill penting. Pertarungan tim berjalan sangat sengit hingga permainan berhenti pada menit 36. Timnas China juara pertama dan membawa pulang medali emas.

Dukungan yang luar biasa dari fans membuat tim China menggila pada Grand Final League of Legends Asian Games 2018 meski mereka tak difavoritkan juara. Demikian berita ini usai, nantikan kabar terbaru eSports ASIAN GAMES 2018 lainnya hanya di Kabar Games.


© 2024 PT. Gudang Pelangi Indonesia. All Rights Reserved