Fnatic CSGO Jadi Juara IEM Katowice 2018

Fnatic CSGO Jadi Juara IEM Katowice 2018

Fnatic CSGO akhirnya kembali juara setelah nirgelar dalam 2 tahun. Mereka menjadi juara IEM Katowice 2018 setelah mengalahkan FaZe Clan di grand final. Kemenangan diraih oleh mereka setelah memainkan lima peta dan menghabiskan tujuh jam waktu bermain.

Juara IEM Katowice 2018

Sebelum pertemuan kedua tim di grand final, keduanya menyandang status yang berbeda. Meski sama-sama bermasalah pada turnamen internasional StarSeries CSGO, Fnatic berstatus underdog, dan FaZe Clan masih tetap dipandang oleh banyak orang sebagai salah satu tim terbaik dalam games Steam CSGO.

Baca Juga :

Fnatic IEM Katowice 2018 Final

Pembukaan grand final turnamen internasional CSGO seri ini berlangsung di Cache, yang mana pertandingan tersebut merupakan pertandingan ulang pada final braket atas yang dimenangkan Fnatic. Namun, FaZe memutar balik keadaan dengan sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan terhadap tim Swedia tersebut di map pertama turnamen internasional ini.

Tanpa ampun, FaZe secara konsisten menggagalkan upaya Fnatic dalam rangka untuk merebut kembali tempat bom. Bukan hanya di babak pertama Fnatic benar-benar kalah, dimana FaZe menyambar 11 ronde, namun tim tersebut dengan cepat menerkam Fnatic di babak kedua, mengakhiri permainan pada peta Cache dengan kemenangan 16-5 yang tak terbantahkan.

Baca Juga :

Sepertinya, FaZe akan terus menampilkan permainan memukau, karena super team Eropa memperlihatkan penampilan hebat di map Inferno. FaZe dengan cepat membuat keunggulan lewat aksi luar biasa dari Nikola “NiKo” Kovač. Ini hampir terasa terlalu mudah untuk turnamen favorit, dan meskipun akhirnya Fnatic pulih menjelang akhir babak, FaZe secara historis permainan memamerkan kemampuan yang sangat hebat. Namun, berkat kegigihan Fnatic, peta Inferno dimenangkan oleh mereka setelah 2 kali overtime.

Overpass adalah peta ke-3 dari grand final dan pada babak pertama, kedua tim tersebut perlihatkan skor ketat 8-7 untuk keunggulan Fnatic. MVP babak pertama adalah Ladislav “GuardiaN” Kovács yang perlihatkan kemampuan AWP yang brilian melawan kelima anggota Fnatic. GuardiaN mampu perlihatkan permainan briliannya di pertandingan yang sudah terlihat kalah.

Akan tetapi permainan heroik darinya tak cukup, karena Fnatic memenangkan delapan angka pada babak kedua dan menyudahi kemenangan dengan skor 16-7 di Overpass. Tidak ada pemain FaZe yang mengakhiri Overpass dengan rasio kill yang positif.

Mirage adalah peta ke-4 grand final turnamen CSGO ini. FaZe sendiri sedang panik karena kekalahan di Overpass, sementara Fnatic berharap menyudahi grand final di peta keempat ini. FaZe menanggapi tekanan Fnatic dengan sangat baik saat memulai pertandingan di peta ini. Mereka mendominasi babak pertama dengan skor 11-4. Fnatic berusaha keras untuk comeback di babak kedua, yang mana ada sedikit harapan, tetapi FaZe menyudahi permainan dengan kemenangan 16-11 di Mirage.

Flusha Fnatic Grand Final IEM Katowice 2018

Pertandingan terpaksa dilanjutkan ke peta kelima yang dimainkan di Train. Babak pertama pada peta ini sangat ketat dengan FaZe memimpin 8-7. Pada babak kedua, Fnatic unggul 8-7. Oleh karenanya, pada akhir babak kedua skor menjadi 15-15. Flusha adalah MVP di babak kedua ini yang memaksakan overtime bagi Fnatic. Tim CSGO Fnatic memanfaatkan momentum itu dengan baik dan memastikan kemenangan pada overtime dengan skor 19-17.

Dengan kemenangan di kancah turnamen eSports tersebut, Fnatic menjadi juara IEM Katowice 2018 dimana titel juara Intel Extreme Masters ini adalah yang ketiga kalinya mereka raih. Sementara kekalahan yang diderita FaZe mencegah mereka untuk mengklaim titel juara turnamen IEM Katowice untuk dua tahun berturut-turut. Atas kemenangannya ini, Fnatic berhak membawa uang tunai sebesar 250 ribu dollar.

Buat kalian yang baru belajar dan bermimpi ingin mendapatkan hadiah ribuan dollar dari game, jangan ketinggalan membaca artikel mengenai cara bermain counter strike untuk pemula yah!

Bagikan untuk teman: