Rekap Hari Ketiga Ajang Utama TI8 DotA 2

Rekap Hari Ketiga Ajang Utama TI8 DotA 2

Hari ketiga ajang utama TI8 DotA 2 telah usai. OG dan PSG.LGD terus melangkah pada braket atas. Sedangkan perjalanan Winstrike, dan juga Vici Gaming harus berakhir setelah kalah dari VGJ.Storm dan Team Secret. Berikut ini adalah pembahasan hari ketiga ajang utama TI8 DotA 2.

Ronde 3 Braket Atas

OG dan PSG.LGD melanjutkan permainan ciamik mereka pada gelaran turnamen TI8 DotA 2 dan keduanya selangkah lagi akan berada di Grand Final saat mereka sudah melangkah ke babak final braket atas. OG dan PSG.LGD sekarang telah pasti berada di posisi empat besar dan berkesempatan ke grand final, tetapi hanya satu yang dapat langsung melanjutkan ke grand final via braket atas.

Baca Juga :

Sebelum memastikan tempat pada empat besar itu, PSG.LGD berhadapan langsung dengan Team Liquid. Banyak yang mengharapkan Team Liquid mempecundangi PSG.LGD. Namun, kebalikannya, dengan mudah PSG.LGD mampu merebut tempat di final braket via kemenangan 2: 0 atas petahana.

Pada pertandingan pertama pilihan Leshrac dan Gyrocopter oleh PSG.LGD mampu draft Phantom Lancer dan Necrophos dari Team Liquid. Dalam game kedua, PSG.LGD benar-benar mempecundangi Team Liquid via penampilan sempurna oleh Lu “Somnus 丶 M” Yao pada Bloodseeker dan Wang “Ame” Chunyu yang memainkan Phantom Lancer. Kemenangan PSG.LGD ini membuat Team Liquid haru berjuang via braket bawah agar bisa tampil di Grand Final TI8 DotA 2.

Kisah OG melangkah ke final braket atas tidak semulus PSG.LGD karena EG memberikan perlawanan yang luar biasa. OG harus memainkan game ketiga untuk memastikan langkah mereka ke final braket atas. Babak pertama dari kedua tim dimulai dengan seimbang sampai sekitar 20 menit. Setelahnya, OG akhirnya mampu merebut keunggulan, meskipun mereka hampir kehilangannya beberapa saat kemudian. Namun, OG bekerja keras sampai akhir untuk memastikan kemenangan pertama.

Baca Juga :


Babak kedua dimulai dengan dominasi OG. Sekitar 20 menit, OG bisa sampai mendorong creep hingga barak EG. Namun, keadaan berbalik karena OG terlalu berani.  Momentum menuju kemenangan yang dimiliki tim Amerika Utara ini tak disia-siakan. Berkat penampilan luar biasa Syed Sumail “SumaiL” Hassan akhirnya EG memenangkan babak kedua.

OG tidak ingin turun ke braket bawah. Tim Eropa ini memaksa menang, hingga permainan berjalan sampai 40 menit. Namun, kekuatan OG belum cukup untuk memenangkan pertandingan, dan mereka terus membangun kekuatan serta menjaga momentum mereka untuk dapat menghancurkan Evil Geniuses. Ketika momentum kemenangan itu datang, OG memanfaatkannya dengan baik. OG menang pada babak ketiga untuk mengamankan tempat mereka di babak final braket atas.

Ronde 2 Braket Bawah

WinStrike dan Vici Gaming memulai acara utama TI8 DotA 2 dari braket braket bawah. Keduanya mampu menghindari eliminasi pada hari pertama, tetapi nasib baik tidak berpihak pada mereka di hari ketiga. Kedua tim akhirnya dieliminasi dari The International 2018 dengan berada pada posisi 9-12 dan berhak mendapatkan uang tunai sebesar $ 376.231 sebagai hadiah.

WinStrike merupakan rebranding dari tim FlyToMoon yang dibuat dari nol pada awal 2018. Anggota tim ini berjuang sangat keras dengan cara mereka agar bisa ke The International 2018. Pada TI8 DotA 2, WinStrike tentu saja datang ke turnamen eSports ini sebagai underdog, tetapi mereka tidak pernah kekurangan rasa percaya diri. Itu terlihat sangat jelas dari rekaman wawancara mereka sebelumnya bahwa mereka ada pada turnamen itu untuk menang. Namun, VGJ.Storm memupus harapan mereka.

VGJ.Storm membuktikan bahwa titel juara grup B yang disandang bukanlah kebetulan. Strategi push dari VGJ.Storm benar-benar mengalahkan WinStrike. Roman ‘Resolut1on’ Fomynok yang memainkan Drow Ranger tampil luar biasa dalam babak pertama dan kedua. Akhirnya, VGJ.Storm melesat ke ronde berikutnya.

Pada awal musim DotA 2 Sirkuit 2017-2018, Vici Gaming tampil perkasa dan akhirnya memenuhi syarat untuk melangkah ke The International 2018 via undangan langsung. Pada awal TI8 DotA 2, tim ini mengubah permainan. Namun, perubahan membuat Vici Gaming gagal berada di dalam kelompok braket atas. Mereka, akhirnya bertemu saudara mereka VGJ.Thunder pada hari pertama ajang utama The International 2018. VGJ.Thunder berhasil dilibas, dan VG akhirnya bertemu Team Secret pada hari ketiga. Namun, Team Secret masih terlalu kuat untuk VG pada The International 2018 ini.

Kalah pada babak pertama, Team Secret mampu membuat perubahan yang diperlukan untuk mendominasi babak dua. Dalam babak ketiga, Vici Gaming memilih untuk mengandalkan kombo Oracle-Huskar. Namun, kombo itu tidak mampu berbuat banyak karena Team Secret mampu mempecundangi Huskar dengan sempurna. Akhirnya, babak ketiga pun dimenangi Team Secret.

Demikian lah berita eSports paling baru dari turnamen MOBA DotA 2 The International 2018. Nantikan kabar terbaru kejuaraan dari games ini hanya di Kabargames.id!

Bagikan untuk teman: