Hari Kedua Ajang Utama The International 8 DotA 2

Hari Kedua Ajang Utama The International 8 DotA 2

Hari kedua main event The International 8 DotA 2 telah berakhir. Dua kuda hitam dari Eropa dan Amerika Utara tampil cemerlang pada braket atas untuk membuat juara Grup B dan langganan The International dalam beberapa tahun terakhir turun ke braket bawah. Sementara itu pasukan yang sedari awal sudah ada di braket bawah, harus rela dieliminasi dari The International 8 DotA 2 oleh pasukan braket atas yang turun kasta.

Ronde 2 Braket Atas

Dua tim games MOBA DotA 2, OG dan EG, yang banyak tidak diharapkan oleh penonton The International 8 DotA 2 untuk melangkah lebih jauh di dalam turnamen, perlihatkan permainan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kedua tim punya kecemerlangan dan juga ketenangan. Meski, keduanya tampak membutuhkan waktu sebelum dapat bermain dalam performa terbaik, tetapi pada akhirnya mereka berhasil ada di papan atas Grup A melalui kerja keras dan juga motivasi yang tinggi untuk dapat memasuki babak playoff di upper bracket.

Baca Juga :

Hari kedua main event The International 8 DotA 2, keduanya melangkah lebih jauh buat memantapkan cakar mereka di posisi 6 teratas The International 8 DotA 2. Hasil ini merupakan sebuah peningkatan yang monumental dibandingkan The International 2017.

OG ditetapkan untuk melawan VGJ.Storm yang menjadi tim unggulan teratas pada Grup B. Namun, VGJ.Storm melangkah pada hari kedua main event The International 8 dengan tak prima, karena mereka kena hukuman pinalti Valve setelah melanggar aturan ketika bermain di babak grup. VGJ.Storm tidak diizinkan untuk menggunakan pelatih mereka selama fase draft hero dan waktu draft dipotong jadi 70 detik pada waktu rancangan.

Baca Juga :

VGJ.Storm bermain agresif dari awal pertandingan babak pertama. Mereka memenangkan laning dan juga memegang keunggulan networth tinggi sepanjang pertandingan. Dalam serangkaian peristiwa yang tidak dapat diprediksi, OG berhasil membuat selisih networth sebesar 17k gold, meskipun kehilangan tiga barak. Mereka membunuh pemain andalan VGJ.Storm Roman “Resolut1on” Fominok yang memainkan Weaver sebanyak dua kali, sehingga meninggalkan dia tanpa buyback. Kemudian, OG segera memusnahkan sisa hero timnya.

Dengan lonjakan kepercayaan diri yang tinggi dari babak pertama, OG bermain dengan awal yang jauh lebih baik pada babak kedua. Mereka mempertahankan momentum dengan kejutan draft via Anathan “ana” Pham yang diberi Troll Warlod. Dia adalah MVP dalam babak kedua ini. Dengan Troll Warlord, pergerakan Ursa dan Storm Spirit dapat dibendung terutama pergerakan ketika ingin mengamankan Roshan dan Aegis.

Akhirnya, VGJ.Storm mendapatkan akhir yang pahit, tim Amerika Utara ini kehilangan semua barak dan mengorbankan semua hero mereka tanpa dapat membeli kembali. GG pun diketik, sehingga mereka harus rela ke lower bracket untuk berhadapan dengan Tim Winstrike.

Sama seperti OG, Evil Genius berada dalam peringkat teratas Grup A. Draf pertandingan babak pertama mereka tampak solid, dengan pilihan hero carry Ursa yang dipakai Artour “Arteezy” Babaev. Hero ini yang dipakai untuk counter hero lawan Morphling yang  dipakai Yeik “MidOne” Nai Zheng. Dengan keunggulan hampir 39k networth, Evil Geniuses menang atas Team Secret dalam waktu sekitar 41 menit.

Team Secret menjaga ketenangan mereka dan berhasil menyerang balik pada babak kedua. Laning berjalan seimbang. Sulit untuk memprediksi apakah pertandingan akan berakhir dengan skor 2: 0 karena nyaris tidak ada perbedaan dalam networth kedua tim. Permainan akhirnya berakhir sekitar 58 menit, ketika EG akhirnya menangkap Yeik “MidOne” Tinker Nai Zheng dan membuat Team Secret tunduk. Kekalahan dari EG ini membuat Team Secret turun ke lower bracket untuk menghadapi Vici Gaming.

Ronde 2 Braket Bawah

Serenity dan Mineski memulai main event The Internasional 8 dari lower bracket. Mereka selamat dari seri eliminasi best-of-one pada hari pertama main event. Sayangnya kedua tim, bertemu lawan kuat yang telah jatuh dari upper bracket untuk bertarung di lower bracket. Serenity dan Mineski, akhirnya, mengakhiri langkah mereka di The International 8 pada peringkat 9-12 dengan hadiah $ 374.873 per tim.

Team Serenity punya draft dan permainan mirip Wings Gaming dan CDEC. Karena mirip, tim ini diharapkan punya cerita yang sama. Namun, tidak seperti pendahulu mereka, Serenity tak muncul di grand final kejuaraan eSports ini. Malahan, mereka mengakhiri impian mereka lebih awal.

OpTic Gaming merupakan tim yang mengakhiri dongeng Cinderella Serenity. Hampir tak bertaji pada awal fase grup, tim yang dikomandoi ppd ini membuat comeback ajaib dengan mengamankan posisi di braket atas. Namun, nasib mereka sial karena bertemu petahana Team Liquid yang memaksa tim Amerika Utara ini harus rela ke braket bawah. Bertanding di braket bawah membuat OpTic Gaming ingin menjaga harapan mereka menjadi juara tetap hidup. Mereka terus melakukan push lane, yang akhirnya mendominasi Team Serenity pada babak pertama dan kedua lewat permainan yang sempurna oleh Quinn “CC & C” Callahan via Storm Spirit dan kerjasama yang kokoh via Alchemist.

Mineski datang ke The International 8 dengan kepala tegak karena mengakhiri musim 2017-2018 pada peringkat ke-5. Mereka mengamankan tiket undangan langsung. Namun, penampilan pada fase grup mereka kurang baik, sehingga harus memulai main event dari braket bawah.

Pada hari pertama main event, mineski tampil luar biasa ketika melawan TNC. Mereka mampu bermain apik pada saat-saat terakhir vs TNC untuk menang dan terus maju dalam main event, tetapi kegembiraan itu selesai ketika mereka harus bertemu Virtus.Pro yang turun dari braket atas ke bawah. Virtus Pro yang turun dari braket atas ke bawah menolak untuk dieliminasi dan menginjak-injak Mineski dengan sempurna, terutama pada babak kedua yang perlihatkan permainan sempurna Clinkz dari No [o] ne.

Demikian kabar terbaru dari turnamen The International 8. Semoga informasinya sesuai dengan yang kamu butuhkan. Jangan lupa, untuk terus memantau informasi seputar The International 2018 hanya di Kabargames.id!

Bagikan untuk teman: