ESL One Hamburg 2018 Usai, Siapa Juaranya?

ESL One Hamburg 2018 Usai, Siapa Juaranya?

Salah satu turnamen minor DotA 2 bergengsi telah usai pagelarannya pada tanggal 28 Oktober 2018. Kejuaraan eSports yang dimaksud bertajuk ESL One Hamburg 2018. Setelah perjuangan beberapa hari yang melelahkan, akhirnya, terpilih lah juara turnamen itu, yakni Team Secret.

Rekap Perjuangan Team Secret

Perjuangan Team Secret dalam mengarungi turnamen internasional ESL One Hamburg 2018 usai sudah dengan merengkuh titel juara 1. Tim yang diorkestrai oleh Clement “Puppey” Ivanov itu memperlihatkan penampilan yang sangat meyakinkan di sepanjang turnamen. Mereka berlima menunjukkan performa yang telah diharapkan sebelumnya. Salah satu faktor pencapaian ini terjadi berkat draft dari Puppey yang sering nyeleneh, meski draft nyeleneh itu terkadang berujung kekalahan.

Baca Juga :

Turnamen DotA 2 ESL One Hamburg 2018

Contoh draf nyelenehnya adalah penggunaan hero Axe dan Brewmaster yang diplot sebagai hero support. Tidak sampai situ saja, bahkan Legion Commander pun diplot serupa. Hero yang paling optimal digunakan sebagai hero midlaner, dan atau carry itu dipaksa menjadi support dengan membeli Ghost Scepter agar tak gampang mati ketika duel berlangsung.

Draft nyeleneh yang diusung Puppey itu tidak asal, malah sangat masuk akal secara strategis dengan tujuan agar cara bermain Team Secret menjadi tak terprediksi. Gaya draft yang dipakai ini memang menjadi ciri khas Puppey dari dulu ketika masa jayanya bersama Dendi di Natus Vincere. Namun, jarang membawakan hasil manis beberapa tahun ke belakang ini karena strategi yang diusungnya tak mampu dijalankan dengan baik oleh para rekannya.

Baca Juga :

Team Secret, Juara ESL One Hamburg 2018

Oleh karenanya, tak salah bila faktor lainnya yang membuat Team Secret bisa menjuarai ESL One Hamburg 2018 adalah karena terdapatnya rekan yang mampu membuat strategi Puppey berjalan. Rekan yang dimaksud adalah zai dan Nisha. Masuknya dua punggawa baru ini membuat Team Secret mampu tampil dominan di ESL One Hamburg 2018, terutama di fase grup. Tim asal Eropa ini mampu memimpin grup dengan 8 kali menang dan hanya 2 kali kalah.

Yang membuat cacat dalam catatan sejarah dominasi Team Secret di ESL One Hamburg 2018 hanyalah kekalahan dari Virtus.Pro. Karena ulah tim CIS itu, Team Secret harus rela terdepak ke lower bracket pada fase playoff. Namun, terdepaknya mereka ke braket tersebut membuat Team Secret tampil kesetanan dan membantai musuh-musuhnya tanpa perlawanan dengan skor 2-0. Bahkan, Virtus.Pro yang bertemu kembali dengan Team Secret di final braket bawah mampu dibantai 2-0 juga.

Secret vs VG ESL One Hamburg 2018

Pada final ESL One Hamburg 2018, Team Secret bertemu dengan Vici Gaming. Tim China ini merupakan salah satu yang sulit dilawan oleh Team Secret di fase grup. Dalam format best of 5, di final, Team Secret hampir saja tidak menyandang titel juara 1. Penyebabnya adalah Vici Gaming mampu tampil ciamik dengan memenangi 2 laga beruntun. Tim China itu hanya butuh sekali kemenangan lagi untuk meraih gelar.

Akan tetapi, Puppey tidak menyerah menghadapi tekanan yang mampu membuat timnya jatuh untuk ketiga kalinya ke jurang kekalahan itu. Berbekal pengalaman yang dipunya sebagai kapten selama 8 tahun, Puppey berhasil memotivasi rekan-rekannya untuk bermain baik. Mereka akhirnya memenangi tiga laga yang tersisa untuk akhirnya merengkuh titel juara pertama ESL One Hamburg 2018.

Bila dilihat dari penampilan Puppey dan kawan-kawan di ESL One Hamburg 2018, dan juga kemenangannya pada PVP eSports Championship, maka Team Secret menjadi salah satu tim yang akan selalu dinantikan performanya di setiap turnamen yang diikutinya kelak alias menjadi tim yang diunggulkan. Namun, bisakah mereka mengulang sejarah yang sama pada turnamen games MOBA DotA 2 berikutnya yang mereka ikuti? Penasaran? Tunggu saja informasinya, hanya di Kabar Games!

Bagikan untuk teman: