DotA 2 The International 2018 Usai, OG Jadi Juara

DotA 2 The International 2018 Usai, OG Jadi Juara

Turnamen DotA 2 The International 2018 sudah selesai pada pagi hari ini. Sudah ada juara baru yang merengkuh Aegis pada TI8 ini. Lewat perjalanan yang fantastis untuk sampai ke kejuaraan The International 8, OG  akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan PSG.LGD di grand final. Sebelum grand final itu terjadi, PSG.LGD harus melawan Evil Geniuses terlebih dahulu di final braket bawah.

Final Braket Bawah

Evil Genius sedang mengejar gelar kedua dari turnamen DotA 2 The International, sedangkan PSG.LGD bertujuan untuk mengambil gelar yang pertama. Kedua tim saling berhadapan setelah menampilkan beberapa drama memukau dan pertunjukan spektakuler pada kejuaraan DotA 2 The International 2018. Pada akhirnya, setelah bertanding, LGD menang dan bertahan lebih lama dalam turnamen eSports ini.

Baca Juga :

PSG.LGD DotA 2 The International 2018

Evil Geniuses angkat koper dan harus puas di tempat ketiga. Mereka membawa pulang hadiah $ 2,669,646. PSG.LGD kembali menantang OG pada grand final untuk mendapatkan Aegis.

Babak pertama dari final braket bawah dimulai dengan sangat agresif. Pertumpahan darah sejak dini terlihat hampir di seluruh peta untuk kedua tim. PSG.LGD mendominasi permainan dan cukup percaya diri dalam pengaturan tekanan tempo yang tinggi. Namun, ketika masuk menit 37, Evil Geniuses menyapu bersih skuad LGD dan memimpin permainan untuk membawa momentum yang menguntungkan untuk mereka.

Baca Juga :

Sayangnya, EG tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan momen yang mereka dapat itu dan tidak dapat menutup permainan dengan  cukup cepat. LGD mendapatkan kembali ketenangan mereka dan memimpin permainan lagi dengan cara yang meyakinkan. Dalam waktu lebih dari 40 menit mereka menutup babak pertama, sehingga satu langkah kaki mereka sudah ada pada grand final The International 8.

Babak kedua final braket bawah DotA 2 The International 2018 dimulai dengan aksi di seluruh peta lagi. Terjadi pergerakan rotasi dan pembunuhan hero dengan cepat dari kedua sisi. Evil Genius, kali ini, yang melakukan tekanan sejak awal. Mereka mendorong creep ke markas LGD sejak awal. Di ambang eliminasi, tim Amerika Utara itu tak ingin menyerah. Mereka melakukan yang terbaik untuk menjaga asa, tetapi mereka mulai kehilangan kendali mereka dan akhirnya LGD mengambil dua barak bawah dan memenangkan babak kedua untuk selanjutnya melaju ke grand final melawan OG.

Grand Final

OG telah memenangkan The International 8, turnamen MOBA Dota 2 terbesar di dunia, setelah bertanding dengan melelahkan selama dua minggu. Skuad Eropa membawa pulang lebih dari $ 11.2 juta dari total hadiah sejumlah $ 25.4 juta, sedangkan PSG.LGD, yang berasal dari China mendapatkan $ 4 juta karena meraih posisi kedua.

OG datang ke turnamen TI8 dengan spektakuler menjelang acara ini. Mereka menjalani musim yang berbatu pada Sirkuit Pro DotA 2 2017-2018, sampai-sampai tiga dari lima anggotanya harus digantikan. Tim ini kehilangan Tal “Fly” Aizik dan, Gustav “s4” Magnusson yang pindah ke Evil Geniuses, serta Roman “Resolut1on” Fominok yang pindah ke VGJ.Storm.

OG DotA 2 The International 2018

OG menjadi tim pertama yang memenangkan DotA 2 The International 2018 melalui Kualifikasi Braket Terbuka. Mereka menjadi tim pertama yang menghancurkan takhayul kemenangan kutukan “Barat-Timur”. Takhayul yang menyatakan bahwa tim China yang akan menang setelah, tim barat yang memenangkan episode The International sebelumnya.

Skuad OG yang menjadi pemenang DotA 2 The International 2018 terdiri dari campuran pemain veteran yang terkenal dan juga pendatang baru. Pemain veteran mereka adalah Jesse “JerAx” Vainikka, Johan “N0tail” Sundstein, mantan stand-in Sébastien “7mad” Debs, atau “Cebs”, dan legenda muda Anathan “Ana” Pham. Ada pun pendatang baru adalah Topias “Topson” Taavitsainen, yang baru bermain pro pada turnamen DotA 2 The International 2018 dan menang.

Grand final adalah pertandingan yang sulit untuk kedua tim, karena itu adalah puncak dari sebuah acara yang penuh dengan permainan panjang, draft yang unik dan pertarungan tim yang intens. Babak kesatu OG menang lewat pemilihan hero yang unik, Treant Protector, yang dimanfaatkan dengan maksimal untuk melindungi markas dari tekanan musuh.

PSG.LGD kemudian memilih Kunkka yang dimainkan dengan luar biasa dan dipilih sebagai counter Io yang dimainkan OG. Tim China ini memenangkan babak kedua dengan banyak membunuh. Pada babak ketiga, PSG.LGD kembali memenangkan permainan lewat pilihan hero yang tepat, yakni Alchemist dan Brewmaster. OG, kemudian, memenangkan babak kempat lewat permainan Axe yang brilian, sehingga kedua tim harus menjalani babak kelima yang menentukan.

Pada babak kelima, Topias “Topson” Taavitsainen memainkan Zeus dengan brilian, sedangkan Anathan “Ana” Pham yang bermain di tengah menggunakan Ember Spirit menggila. OG memenangkan babak kelima untuk akhirnya menjadi juara The International 2018. Kemenangan OG pada grand final DotA 2 The International 2018, tentu saja mengecewakan banyak orang mengingat PSG.LGD adalah favorit juara TI8.

Kedua tim menghabiskan sebagian besar perjalanan mereka di braket atas sebelum mereka berhadapan untuk pertama kalinya di final braket atas. OG menang 2-0 atas PSG.LGD yang membuat tim China tersebut harus bertanding di final braket bawah agar dapat bertanding lagi di grand final melawan OG kembali.

Bagikan untuk teman: